INILAH.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meminta maaf karena terjadi perubahan nama-nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diduga memeras BUMN.
"Dalam surat itu tentu disampaikan alasan-alasan. Tentunya kalau ada perubahan itu tentu ada pernyataan permohonan maaf itu," ujar Ketua Badan Kehormatan DPR M Prakosa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Pada Senin (5/11/2012), Dahlan mendatangi ruangan BK DPR dan melaporkan dua inisial nama anggota Dewan yang diduga memeras BUMN. Pada Rabu (7/11/2012), ia kembali menyetor enam nama dengan mengirimkan surat. Dari delapan, satu nama tidak dituduh memeras, melainkan mencegah anggota Dewan lainnya agar tidak memeras.
Hari ini, Dahlan kembali mengirim surat ke BK DPR. Isinya, revisi nama-nama anggota Dewan yang pernah disebutnya. BK DPR belum mau berkomentar perihal surat tersebut dan akan mengumumkan nama-nama yang disebut Dahlan, pekan depan.
"Karena kalau ada perubahan nama berarti kan itu ada yang serius," imbuh Prakosa. Hingga saat ini BK belum bisa mengambil langkah apapun terkait nama-nama oknum anggota DPR pemeras BUMN. Sebab Dahlan sampai sekarang belum menyampaikan bukti apapun terkait nama-nama tersebut.
"Waktu pertama pak Dahlan Iskan, kita berharap pak Dahlan membawa bukti yang setumpuk. Bahkan kita sudah siap untuk langsung membawanya ke penegak hukum," ujarnya. [rok]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar