TRIBUNNEWS.COM,MALANG – Diduga karena mengalami depresi
berat pasc-ditinggal mati istrinya, Triono (76), pensiunan guru asal
Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,
Jumat (28/9/2012) membakar rumahnya sendiri.
Meski tak sampai
melalap habis seisi rumah, namun tindakan itu menyebabkan satu unit
motor milik anak angkat Triono serta seperangkat kursi di ruang tamu
ludes terbakar.
Sehari-hari, Triono hanya diurus oleh dua anak
angkatnya, Uning Suciati (33) dan Reza Adam Taribi (22), yang tinggal
tak jauh dari rumahnya.
Kejadian itu sendiri, bermula ketika
Uning sedang sibuk mengganti pampers Triono, sedangkan Reza tertidur di
dalam kamar. Saat sedang mengganti pampers itulah, Uning teringat bahwa
kompor di rumahnya yang dipakai untuk memasak air, belum dimatikan.
“Jadi saya pamit ke bapak mau pulang mematikan kompor,” kata Uning pada
wartawan.
Tak lama setelah mematikan kompor di rumahnya, Uning
lalu kembali lagi ke rumah Triono. Saat tiba itulah ia dikejutkan oleh
kobaran api yang telah membakar sebagian sofa di ruang tamu. Akibatnya,
perempuan itu pun berteriak-teriak minta tolong sehingga membuat Reza
terbangun.
Melihat kobaran api, Reza lantas berjuang sekuat
tenaga untuk memadamkan api. Beruntung, sebelum menjalar semakin luas
dan membakar bangunan rumah, api berhasil dijinakkan. Sayangnya, meski
bisa menyelamatkan bangunan rumah, namun sepeda motor Yamaha Mio milik
Reza yang terparkir di dalam ruang tamu, tak bisa diselamatkan dari
sambaran api.
“Jadi, cuma kursi sama motor saja yang terbakar,” imbuhnya, Jumat (28/9/2012)
Suci menduga, kebakaran terjadi karena Triono yang sudah mulai pikun
berat, usil bermain korek api dan membakar pampers yang belum sempat
dipasangkan oleh Uning. Api dari pampers itulah yang selanjutnya
menjalar ke kursi di ruang tamu dan motor milik Reza. “Untungnya bapak
tidak apa-apa,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar