Jejak
sejarah kerajaan Majapahit tersebar pada tinggalan-tinggalannya yang
ditemukan di Mojokerto, Jawa Timur. Ada banyak artefak yang dapat
menjelaskan banyak hal termasuk mengenai kehidupan ekonomi masyarakat.
Terakota, misalnya, atau kerajinan tanah liat era Majapahit. Seni
Terakota adalah satu karakter budaya pada masa Majapahit yang cukup
terkenal dan banyak diketemukan. Hasil seni ini diketahui dari
tinggala-tinggalan yang diketemukan baik yang berbentuk arca, bak air,
jambangan, vas bunga, hiasan atap rumah, genteng, dinding sumur
(jobong), kendi, atau celengan. Terakota Majapahit dibuat sekitar di
abad 13 hingga abad ke 15. Artefak gerabah terakota dari periode ini
ditemukan di Trowulan, Jawa Timur.
Selama bertahun-tahun terakota patung dan artefak telah ditemukan. Beberapa temuan dimuseumkan di Trowulan sebelum Perang Dunia II, tetapi sangat disayangkan dalam tahun-tahun berikutnya banyak koleksi ini telah hilang. Pasca PD II banyak potongan-potongan telah digali sebagai hasil dari pencarian Harta Karun. Setelah tanaman telah dipanen oleh Petani, Mereka menyewakan tanah mereka untuk penggali yang menggali lubang pendulangan tanah aluvial untuk mencari harta karun.
Saat ini, Museum Trowulan dan Museum Nasional Indonesia menjadi tuan rumah koleksi besar seni terakota Majapahit.
Asal Kata Terakota
Kata
terakota berasal dari kata Latin yang berarti bumi terbakar. Saat ini
kata tersebut mengacu pada semua benda berbahan tanah liat merah.
Sebagian besar penelitian arkeologi di daerah tersebut banyak
mengfokuskan pada rekonstruksi dari reruntuhan yang ada. Sejauh ini, di
Jawa Timur tidak ditemukan tempat atau alat pembakaran, sebagian besar
objek relatif menggunakan pembakaran bersuhu rendah. Ini menunjukkan
bahwa pengrajin pada masa itu bekerja dengan metode gerabah. Mereka
mungkin bekerja dengan cara yang mirip dengan yang digunakan saat ini di
Kasongan, dekat Yogyakarta dan satu di Bali, di mana patung-patung
dijemur dengan bantuan sinar matahari, Kemudian sekam padi dan jerami
yang menumpuk atas patung dibakar, untuk mencapai obyek lebih keras
pembakaran ini diulang.
Artefak
benda-benda, alat-alat, perkakas jaman Majapahit yg ditemukan melalui penggalian arkeologi, dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya:
1. Wadah
Banyak wadah dalam berbagai ukuran dan bentuk ditemukan di Trowulan. Wadah mungkin digunakan untuk berbagai tujuan, dari wadah air sampai wadah gabah. Ada wadah air berbentuk kotak dan Kendi khas, yang berasal dari periode Majapahit
benda-benda, alat-alat, perkakas jaman Majapahit yg ditemukan melalui penggalian arkeologi, dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya:
1. Wadah
Banyak wadah dalam berbagai ukuran dan bentuk ditemukan di Trowulan. Wadah mungkin digunakan untuk berbagai tujuan, dari wadah air sampai wadah gabah. Ada wadah air berbentuk kotak dan Kendi khas, yang berasal dari periode Majapahit
2.Kepala
Kepala kecil banyak ditemukan di sekitar Trrowulan. Dari berbagai ukuran dari 3 cm sampai to 10cm. Banyak dari kepala menunjukkan fitur Jawa dengan gaya rambut dan perhiasan telinga. Untuk sebagian besar kepala dibuat solid, tetapi kadang-kadang contoh berdinding tipis yang ditemukan. Hal ini mendalilkan bahwa wajah yang banyak hiasan mewakili wanita kelas atas.
Kepala kecil banyak ditemukan di sekitar Trrowulan. Dari berbagai ukuran dari 3 cm sampai to 10cm. Banyak dari kepala menunjukkan fitur Jawa dengan gaya rambut dan perhiasan telinga. Untuk sebagian besar kepala dibuat solid, tetapi kadang-kadang contoh berdinding tipis yang ditemukan. Hal ini mendalilkan bahwa wajah yang banyak hiasan mewakili wanita kelas atas.
3. Figur
Umumnya patung-patung dengan ukuran kecil, dibuat dengan metode kumparan dan mencubit dengan dekorasi ukiran atau gores, metode pembentukan yang mirip patung-patung lain yang dibuat dengan pencetakan.. Berbagai dari patung ini berekspresi tak terbatas dengan sikap dan ekspresi alami.
Umumnya patung-patung dengan ukuran kecil, dibuat dengan metode kumparan dan mencubit dengan dekorasi ukiran atau gores, metode pembentukan yang mirip patung-patung lain yang dibuat dengan pencetakan.. Berbagai dari patung ini berekspresi tak terbatas dengan sikap dan ekspresi alami.
4. Hewan
Salah satu tokoh terkenal hewan terakota Majapahit Majapahit adalah Celengan, Kata Celengan sebenarnya berasal dari Nama binatang Celeng (Babi), karena bentuk Celengan memang banyak yang berbentuk Celeng ditemukan di Trowulan. Tokoh hewan lain juga ditemukan, seperti banteng Nandi dan gajah

Salah satu tokoh terkenal hewan terakota Majapahit Majapahit adalah Celengan, Kata Celengan sebenarnya berasal dari Nama binatang Celeng (Babi), karena bentuk Celengan memang banyak yang berbentuk Celeng ditemukan di Trowulan. Tokoh hewan lain juga ditemukan, seperti banteng Nandi dan gajah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar