Sabtu, 29 September 2012

Dua Pilot Tewas Di Bandung Airshow

BANDUNG, KOMPAS.com — Dua pilot tewas dalam kecelakaan satu unit pesawat aerobatik milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tipe aircraft AS 202 B Under FASI, Sabtu (29/9/2012) pukul 11.37 WIB, di ajang Bandung Air Show.



Juru Bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menyebutkan, kedua pilot yang tewas adalah Marsma (Purn) Norman dan Tony. Pesawat mereka jatuh saat bermanuver kemudian menabrak bangunan perkantoran di kompleks perkantoran Dislitbang AU. Kompleks itu berada di luar areal bandara, di depan PT Dirgantara Indonesia.

"Laporan yang saya terima, pesawat akrobatik itu demo flight melintas dari arah utara ke selatan runway, lalu kehilangan ketinggian dan jatuh," ujar Bambang.


Menurut Bambang, terkait dengan peristiwa itu, dikeluarkan Notice to Airman berupa penutupan bandara selama satu jam untuk keperluan evakuasi.

Pesawat manuver yang jatuh di Bandung Air Show 2012 berjenis Bravo 202 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Pesawat menimpa gudang logistik Dislitbang TNI AU.

Pesawat tersebut jatuh pada pukul 11.30 WIB, Sabtu (29/9/2012). Pesawat ringan itu berwarna merah dan putih.

Korban yang identitasnya belum diketahui berasal dari FASI. Namun sudah dievakuasi ke RS TNI Salamun.

Sebelum jatuh, pesawat sedang bermanuver di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Seorang saksi mata mengaku melihat pesawat bermanuver rendah, namun tiba-tiba menghilang. Hanya asap hitam yang terlihat dari kejauhan.


KRONOLOGI JATUHNYA PESAWAT

BANDUNG, KOMPAS.com — Pesawat Bravo 202 yang jatuh di Bandung Air Show, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, hanya ada lima menit di udara.

Ketua Penyelenggara PNB Umar Sugeng Haryono menjelaskan, pesawat take off pada pukul 11.37 WIB. Setelah mengudara di depan para penonton Bandung Air Show dan melakukan manuver, pada pukul 11.42 WIB pesawat jatuh.

"Setelah mengudara di depan hadirin, terjadi accident dan pesawat total lost. Dua penerbang dinyatakan meninggal dunia," kata Umar Sugeng dalam jumpa pers di Bandung, Sabtu (29/9/2012).

Dua penerbang itu adalah Marsekal (Purn) Noorman Lubis dan Letkol (Purn) Toni Hartono. Keduanya mantan anggota TNI AU yang sudah bergabung dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

"Keduanya sering melakukan kegiatan ini, olah dirgantara. Setiap Sabtu, Minggu, atau hari libur, atau acara-acara tertentu," jelas Umar.

Menurut Umar, dua menit setelah jatuhnya pesawat di belakang kantor Dislitbang AU, tim penyelamat tiba. Namun, lima menit kemudian, kedua penerbang itu dinyatakan meninggal.

Keduanya lalu dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, untuk diotopsi. Kondisi pesawat hancur di bagian depan, sementara gedung terbakar, tetapi tetap utuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar